Welcome to MICROBES online

Disini kamu bisa menemukan konten yang nggak ada dalam terbitan paper MICROBES. Feel free to share anything!

Saatnya Uji Kemampuan Melalui OSN Pertamina


Sampai 5 tahun lalu, ajang kompetisi bergengsi Olimpiade Sains hanya diperuntukan bagi anak SMP-SMA saja, tapi kini mahasiswa pun dapat mengikuti event sejenis yang diselenggarakan oleh pihak Pertamina (kerja sama dengan Universitas Indonesia) pertama kali  pada tahun 2008. Olimpiade Sains bagi mahasiswa ini memiliki 4 bidang pilihan: Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Uniknya, kita bisa memilih bidang lomba sesuai keinginan, bebas, dan tidak bergantung pada asal fakultas kita! Jadi, misalnya untuk mengambil bidang lomba Kimia, reader tidak harus berasal dari Fakultas Kimia atau Farmasi. Bagaimana kalau reader dari Fakultas Ekonomi, terus mau ikut bidang lomba Biologi? Boleh dan sah-sah saja kok!
Kalau selama ini OSN Pertamina, atau disingkat OSN PTI, hanya terdiri atas kategori teori, di tahun ke-5 ini ada kategori baru, yaitu kategori Science Project. Di kategori ini selain teori berupa Scientific Paper, peserta juga harus membuat karya cipta atau model application. Ini kesempatan emas buat reader yang kurang suka teori, tapi punya segudang ide untuk Science Project!
Secara umum, OSN PTI terdiri atas 2 tahap besar, yaitu:
1. Seleksi Tingkat Provinsi
2. Seleksi Tingkat Pusat
Seleksi Tingkat Provinsi diselenggarakan di perwakilan Universitas di masing-masing provinsi. Misalnya untuk Provinsi DKI Jakarta, kita diwakili oleh Universitas Indonesia. Penulis sendiri berkesempatan mengikuti ajang ini pada tahun 2010 dan 2011 bersama beberapa teman dari Fakultas Teknobiologi, UNIKA Atma Jaya. Dari Jakarta, kami berangkat bersama-sama dengan kereta api jurusan Jakarta-Depok, lalu turun di stasiun Pondok Cina. Dari stasiun, tinggal berjalan kaki beberapa meter, lalu sampailah kami di lokasi lomba, mudah kan? 
Di seleksi awal, soal berupa pilihan ganda, dari sini dikelompokkan 9 besar dari setiap bidang pilihan di setiap provinsi. Peserta yang masuk dalam kategori 9 besar ini kemudian diseleksi lagi melalui pembuatan makalah dan pengerjaaan soal essay. 3 besar dari tiap provinsi berkesempatan menyajikan makalahnya dalam bentuk presentasi dan bisa melanjutkan ke Seleksi Tingkat Pusat.
Meski soal pilihan ganda dan essay masih bertema umum, tema makalah umumnya berkaitan dengan pengembangan sumber energi atau masalah-masalah lain yang berkaitan dengan energi. Kebetulan penulis mendapat kesempatan mengikuti ajang ini hingga tahap 9 besar provinsi. Pada tahun 2010, makalah bertemakan 'sumber energi baru bagi warga pedesaan', sementara di tahun 2011, penulis harus membuat makalah tentang 'penanganan bencana nuklir' seperti yang terjadi di PLTN Fukushima-Jepang.
Readers, berminat mengikuti kompetisi ini? Pendaftaran bisa dilakukan secara online di website resmi Pertamina http://www.osnpertamina.com/ hingga tanggal 15 September nanti. Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih banyak, informasi lengkap juga tersedia di website tersebut. Ayo, uji kemampuan kalian di ajang bergengsi ini! Ada hadiah uang tunai juga lho! Good luck!

When Fashion Meets Science


Fibre Reactive
Dalam keseharian kita, cendawan sudah banyak kita temui sebagai bahan pangan maupun sebagai obat. Namun, cendawan yang satu ini dibuat menjadi sebuah inovasi dalam industri pakaian oleh Donna Franklin pada tahun 2004. Pakaian yang dinamakan “Fibre Reactive” ini terbuat dari fungi Pycnoporus coccineus. Fungi ini akan menghasilkan warna oranye sebagai respon adaptasi. Agar fungi dapat hidup pada pakaian tersebut dan mengeluarkan warna oranye, maka pakaian tersebut memiliki nutrisi yang merupakan hasil replikasi dari kondisi nutrisi lingkungan yang dibutuhkan P.  coccineus. Ungkapan Franklin setelah mengenakan Fiber Reactive yang bertekstur seperti kulit,”Rasanya dingin dan benar-benar solid, seperti baju besi.”. Gaun ini disimpan di RMIT Gallery.



Micro’be’
Manfaat dari red wine atau anggur merah sudah banyak kita ketahui, tetapi siapa sangka anggur merah ini dapat disulap menjadi sebuah pakaian. Baru-baru ini seorang ilmuwan, Garry Cass terinspirasi dengan adanya lapisan tipis pada tong fermentasi anggur yang di dalamnya terkontaminasi Acetobacter yang merupakan bakteri penghasil selulosa. Kemudian Cass bekerja sama dengan seorang seniman, Donna Franklin, sang pembuat Fibre Reactive, mengubah alkohol menjadi kain selulosa dengan menggunakan Acetobacter. Caranya adalah dengan menuangkan dan membungkusnya pada cetakan berbentuk tubuh manusia. Hasilnya selulosa tersebut melekat pada tubuh dan tidak dijahit sama sekali. Penelitian ini dilakukan bersama dengan para penelitian lain dari University of Western Australia.
Tak hanya dari anggur merah, tetapi mereka sukses membuat pakaian dengan fermentasi dari anggur putih dan bir seperti Guinness. Seluruh pakaian ini memiliki aroma dan warna alami dari minuman fermentasi tersebut. Kain atau pakaian yang dinamakan “Micro’be’” ini memiliki keunggulan yaitu ramah lingkungan (mudah terdegradasi) dan karena pakaian ini tidak perlu dijahit, maka dapat menekan biaya produksi. Sayangnya, masih banyak pengembangan yang harus dilakukan dalam penelitian ini karena ternyata pakaian dari anggur merah ini tidak fleksibel. Pertanyaan pun muncul,”Bagaimana saya dapat memakainya?” lalu ada apakah kita akan tahan dengan aroma wine sepanjang hari? Tetapi Cass dan Franklin optimis bahwa kain ini dapat berhasil dipasarkan.



QMilch
Ide unik lainnya muncul dari seorang fashion designer muda asal Jerman,  Anke Domaske pada tahun 2011. Domaske berhasil mengembangkan kain dari protein susu (kasein). Kain ini sehalus sutra dan tidak berbau. Keuntungan dari kain ini adalah ecological friendly karena dibuat dari bahan-bahan alami. Sebenarnya kain dari susu telah ada sejak tahun 1930-an tetapi dibuat dengan cara yang tidak ramah lingkungan (menggunakan banyak bahan kimia berbahaya).
QMilch dibuat dari kasein yang diekstrak dari bubuk susu kering dan kemudian dipanaskan dalam meat-mincing machine dengan bahan alami lainnya. Serat yang keluar berupa benang. Dibutuhkan 6 liter susu untuk menghasilkan 1 buah baju seharga 150 sampai 200 euro atau setara dengan Rp 1.990.000.
Tidask seperti susu biasanya, baju ini tidak memiliki masa kadar luarsa karena selama proses pemanasan, molukel-molekul berikatan satu sama lain sehingga protein tidak terdekomposisi. (WMG)




Garden by the Bay


Hello readers, sudahkah kalian tahu mengenai garden by the bay yang baru saja di buka beberapa bulan lalu di Singapore ? Kali ini microbes mau berbagi sedikit cerita nih mengenai perjalan salah satu anggota microbes yang sempat berkunjung kesana. Untuk info lebih lanjut bisa di liat di link ini : 

https://www.gardensbythebay.com.sg/en/the-gardens/about-the-gardens.html#!/history .
Kalian juga bisa mengeksplor lebih banyak disitus tersebut.


Dari perjalanan kemarin ini, garden by the bay ini di bagi menjadi 2, yaitu outdoor dan indoor. 
Untuk taman outdoor itu "free of charge" alias GRATIS sedangkan untuk bagian indoor karena untuk konservasi juga itu kita kalo mau masuk dua - duanya, yaitu flower dan cloud forest kalian mesti membayar S$ 28 (dalam rupiahnya sekitar 200 ribuan jika menggunakan kurs sekarang (1 SGD = IDR 7750). Tapi, itu cukup mengesankan kok apa lagi buat kalian yang emang suka observasi. Pokoknya worth deh dengan harga segitu kalian bisa menikmati pemandangan disana sambil nambah ilmu juga soalnya di "Garden by the bay" ini menggambarkan kesatuan dari teknologi dan alam (tanaman). 

Banyak ragam tanaman yang dapat kalian lihat di flower dome dan kalian bukan hanya bunga-bungaan saja yang bisa di lihat, tapi juga berbagai macam kaktus dan beragam inovasi lainnya sebagai tambahan sedangkan di cloud forest kalian akan di sambut dengan air terjun yang sangat bagus apa lagi jika kalian melihatnya di malam hari dan kalian bisa merasakan seperti benar - benar di dalam hutan dengan suasana yang dingin dan tempat ini memang hanya di batasi dengan kaca sehingga kita tetap bisa melihat keluar. Di cloud forest ini juga ada penjelasan mengenai gua (cave) yang di gambarkan dengan kristal - kristal stalaktit dan stalaknit seperti di gua yang sebenarnya. Lalu, kita juga bisa berjalan di atas seperti benar - benar di atas karena tidak ada tiang pancang di bawahnya hanya seperti jembatan biasa. 

Pokoknya perjalanan ke garden by the bay ini sangat berkesan deh, walaupun terkesan sangat ilmiah tapi itu ngga kok. BIG NO ! soalnya kalian juga bisa belajar banyak hal disana bukan cuman ilmiah aja.

Nah, yang menjadi icon dari garden by the bay ini adalah supertree grove yang memang dirancang untuk mempertahankan kesetimbangan lingkungan dengan menggunakan tenaga solar. Pada saat siang hari memang hanya seperti kumpulan pohon buatan saja, tapi kalo kalian melihatnya di malam hari lampu - lampu pada pohon itu akan nyala dan indah loh. Sekian cerita yang bisa di ulas kali ini yah. Tempat ini cukup recommended buat di datengin deh. (tha)


Ini beberapa foto yang bisa di share dari perjalanan ini :
(Outdoor park, siang hari) 
Flower dome
 Cloud Forest (water fall & sky walk track)
 Flower Dome (the flower)
 Cloud Forest (Crystal Cave)
Outdoor park (night view)


Pro-Kontra Padi Transgenik: Golden Rice

Artikel berikut ini dibuat oleh Audrey Gandasasmita (Fakultas Teknobiologi angkatan 2009). Awalnya artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas tantangan dalam mata kuliah Bioteknologi Tanaman yang diampu oleh Kak Listya Utami Karmawan, M.Si, namun karena isinya yang menarik dan bermanfaat, artikel ini akhirnya diterbitkan di blog MICROBES. Selamat membaca!

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang pesat pada abad ke-21 ini. Inovasi-inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dihasilkan, baik itu dalam bidang kesehatan, teknologi, industri, maupun pertanian. Namun tidak semua inovasi tersebut mendapatkan sambutan yang hangat. Tidak sedikit dari inovasi tersebut yang menuai pro kontra dari berbagai pihak baik itu dari segi moral, etika, linkungan, agama, dll. Kontroversi seperti ini salah satunya terjadi pada hasil pengembangan produk pertanian yang dikenal dengan nama "Golden Rice".

Golden rice merupakan padi transgenik yang di dalamnya terkandung gen penyandi provitamin A yang dipercaya mampu menjadi solusi untuk defisiensi penyakit A pada anak-anak di negara berkembang. Namun penemuan besar karya Prof. Dr. Ingo Potrycus tidak langsung disambut secara baik oleh pihak-pihak tertentu seperti Greenpeace. Pro kontra terhadap golden rice terus saja berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Sama halnya dengan produk-produk transgenik lainnya yang dianggap belum sepenuhnya aman untuk dikonsumsi masyarakat luas. Hal ini berkaitan dengan efek jangka panjangnya yang masih belum diketahui baik untuk konsumen, lingkungan, maupun secara etika, dan moral. Dalam artikel juga disebutkan bahwa kandungan provitamin A di dalam golden rice dirasakan belum signifikan untuk memenuhi kebutuhkan vitamin A sehari-hari sehingga dibutuhkan dosis yang cukup besar dan proses implementasinya dan efektivitasnya masih banyak dipertanyakan.

Namun menurut saya pribadi, semua keraguan ini sulit untuk dibuktikan bila hanya memperdebatkan pro kontra dari berbagai aspek. Bagaimanapun juga, kepastian akan dampak-dampak tersebut hanya dapat diketahui dan dianalisis bila golden rice telah diaplikasikan secara langsung. Namun sebelum proses pengaplikasian, tentu tetap dibutuhkan serangkaian uji terdahulu untuk meminimalkan dampak negatif yang tidak diharapkan.

Bila dianalogikan, permasalahan GMO ini serupa dengan orang yang ingin belajar berenang. Orang yang ingin belajar berenang, mau tidak mau harus mencoba langsung untuk masuk dan belajar di dalam kolam renang. Sisi positifnya, ia perlahan-lahan mampu belajar dan mengaplikasikan apa yang ia dapat sehingga akhirnya ia dapat menjadi perenang yang sesungguhnya. Namun di sisi lain, dengan langsung masuk ke kolam renang, ia juga berisiko tenggelam akibat belum dapat berenang secara baik. Namun bila ia tidak mencoba maka pada akhirnya, orang tersebut tidak akan bisa berenang.Serupa dengan pro kontra pada golden rice dan produk GMO lainnya. Tanpa aplikasi langsung maka keraguan-keraguan ini hanya bagaikan omongan belaka dan satu-satunya cara untuk membuktikannya hanyalah melalui proses pengaplikasian langsung ke dalam kehidupan manusia. Semoga dengan berjalannya waktu, produk-produk GMO mulai dapat diterima karena bagaimanapun juga inovasi ini juga dilakukan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat di dunia.


Namun menurut saya pribadi, semua keraguan ini sulit untuk dibuktikan bila hanya memperdebatkan pro kontra dari berbagai aspek. Bagaimanapun juga, kepastian akan dampak-dampak tersebut hanya dapat diketahui dan dianalisis bila golden rice telah diaplikasikan secara langsung. Namun sebelum proses pengaplikasian, tentu tetap dibutuhkan serangkaian uji terdahulu untuk meminimalkan dampak negatif yang tidak diharapkan.

Bila dianalogikan, permasalahan GMO ini serupa dengan orang yang ingin belajar berenang. Orang yang ingin belajar berenang, mau tidak mau harus mencoba langsung untuk masuk dan belajar di dalam kolam renang. Sisi positifnya, ia perlahan-lahan mampu belajar dan mengaplikasikan apa yang ia dapat sehingga akhirnya ia dapat menjadi perenang yang sesungguhnya. Namun di sisi lain, dengan langsung masuk ke kolam renang, ia juga berisiko tenggelam akibat belum dapat berenang secara baik. Namun bila ia tidak mencoba maka pada akhirnya, orang tersebut tidak akan bisa berenang.Serupa dengan pro kontra pada golden rice dan produk GMO lainnya. Tanpa aplikasi langsung maka keraguan-keraguan ini hanya bagaikan omongan belaka dan satu-satunya cara untuk membuktikannya hanyalah melalui proses pengaplikasian langsung ke dalam kehidupan manusia. Semoga dengan berjalannya waktu, produk-produk GMO mulai dapat diterima karena bagaimanapun juga inovasi ini juga dilakukan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat di dunia.

OPEN HOUSE FTb 2012

Hello readers, 
FTb (Fakultas Teknobiologi) Atma Jaya, beberapa hari lalu merayakan lustrum ke 2 lohh . sudah 10 tahun FTb berkarya . FTb Atma Jaya adalah Fakultas Teknobiologi pertama di INDONESIA. kece kan ??

untuk merayakannya FTb Atma Jaya mengadakan beberapa event seperti Seminar International BioEdu, Seminar & Open House FTb "Exploring Biotechnology", dan misa lustrum FTb :)

kali ini kita akan membahas sedikit tentang Open House FTb yang di laksanakan tgl 9 Juni kemarin, bertempat di Sport Hall, Y2, dan Teaching Lab. Open House kali ini bebeda dengan yang biasanya karena pengunjung yang datang di bebaskan untuk memilih apa yang mereka mau.

Di Teaching Lab ada Fun Maze yang menceritakan timeline dari bioteknologi
Di Y2 dibuka lab kultur jaringan (kuljar), Teknologi DNA (Tekden), BMKP, dan Mikrobiologi.
Sedangkan di Sport Hall ada stand" pemenang Festival pangan (read juga : http://microbesgoesonline.blogspot.com/2012/06/berita-ftb-festival-pangan-extasea_03.html), lab teknologi pangan, pemenang pesta cendawan (read juga : http://microbesgoesonline.blogspot.com/2012/06/pesta-cendawan-2012-fungiland.html), budidaya jamur tiram, koral, photo booth dan club" yang ada di FTb (MICROBES, SC, EVEREST, dan i-club).

acara ini berlangsung dengan meriah dan ditutup dengan penampilan dari FTb dan pembagian Door Prize, yaitu sebuah Blackberry Gemini dan 2 buah ipod :D

buat yang kali ini ga bisa dateng,
nantikan open house berikutnya tahun depan yahh .



ini sedikit foto" yah bisa di tangkap dari acara kemarin :









Pesta Cendawan 2012: FUNGILAND


Setelah acara fespang yang spektakuler, yuk kita main ke Fungeland. Hah apa tuh? Fungeland itu judul pesta cendawan tahun ini yang diadakan pada tanggal 7 Juni 2012. Wih, kalau cendawan berarti produk olahan dari cendawan dong? Enak nggak tuh?
Makanannya  ENAK BANGET bener-bener nggak rugi bayar tiket seharga 10 ribu rupiah. Acara ini diadakan di sport hall Unika Atma Jaya, memang agak panas tapi pengunjung tetep excited icip-icip.
Stand-stand didekor dengan tema film-film Disneyland dan yang menyajikan juga berkostum-kostum keren.  Tahun ini best kostum dimenangkan oleh kelompok Disney Fairies, kostumnya bener-bener oke.
Daritadi tentang stand, kapan tentang makanannya? Tenang-tenang, admin akan  ulas satu per satu:
#Pixietake schotel  & Tinkerbell pancake
Schotelnya agak kering dan jamurnya berasa, pancakenya manis dengan topping strawberry dan blueberry YUMMY.
#Mushroom caramello & Mushroom cream soup
Caramellonya manis dan renyah, cream soupnya sedikit pahit, rasanya seimbang
#Beautizza  & Tapeast
Beautizza nggak kalah sama pizza-pizza biasa dengan taburan keju yang menggugah selera, tapeast dari tape dengan topping coklat yang manis, kombinasi yang cantik.
#Canae with curry sauce & soes merang
Canaenya renyah dengan curry sauce yang agak pedas tapi enak, soes merangnya mantep.
#Portacruella roulade & Polkadot sweet mushroom
Rouladenya gurih dan manisan jamur dilapisi coklat dan coklat putih, cita rasa yang menyegarkan lidah.
#Baked mushroom satay with mushroom sauce & Mushroom caramel pudding with apple sauce
Aroma sataynya menggiurkan dipadu dengan pudding dan apple sauce yang super tasty, kamu nggak bakalan percaya kalo puddingnya dari jamur.
#Lumpia jamur & Fortune cookies
Cuma ada 3 deskripsi renyah, gurih, dan silahkan dicoba.
Waduh, enak-enak banget nih, eits admin belum cerita masakan para winner loh. Ini juara ketiganya:
#Steak ayam jamur & crepes fla jamur
Steaknya disajikan dengan wortel, buncis, dan jagung, crepes bertekstur lembut disajikan segar dengan buah kiwi dan strawberry
Terus…., juara kedua:
#Sandwich tempe & Ice cream tempe
Sandwichnya berwarna kuning keemasan, renyah, gurih, rasa ice cream yang menipu, kamu nggak bakalan menyangka ice cream ini terbuat dari tempe.
Dan akhirnya…… …juara pertama *drum roll* :
#Lasagna & Brownies
Lasagna bener-bener memanjakan lidah, sedangkan tekstur browniesnya lembut, empuk, dan manis!
Congratulations untuk para juara! Pescen tahun ini sukses memanjakan lidah-lidah pengunjung, termasuk lidah admin =D Two thumbs up!! (mwe).

Berita FTb: Festival Pangan EXTASEA

Tanggal 28 Mei lalu, Festival Pangan (Fespang) tahun 2012 diselenggarakan oleh Fakultas Teknobiologi Atma Jaya angkatan 2010. Festival Pangan kali ini cukup unik dibandingkan Fespang di tahun-tahun sebelumhya. Apa sih uniknya..?? Soalnya tema Fespang tahun ini adalah "Olahan dari produk marine". Hmmm. Bisa dibayangkan yah kalau ngolah produk laut itu gak mudah lohhh. Judul Fespang kali ini adalah EXTASEA. Experience the Taste of Sea!! Woowww sesuatu banget yah. So, tujuan festival pangan kali ini adalah mengolah produk laut menjadi pangan yang inovatif, baru, bernutrisi, dan pastinyaa..enak!!


Di acara Extasea ini, banyak loh produk-produk inovatif yang tercipta, antara lain dodol dan pangsit dari ikan selar, pai susu dan waffle dari ikan kakap, nougat dan cracker dari udang, steak dan ekado dari kerang, lasagna dan sereal epicareal dari ikan cakalang, serta sushi dan pempek dai cumi-cumi. Bayangin susahnya ngolah produk laut yang cebderung amis jadi produk yang bercitarasa manis seperti dodol dan nougat. Tapi di tangan mahasiswa FTb 2010, rasa amis pun nggak terasa lagi, terbukti dari komentar para pengunjung saat acara "Icip-icip".


 Di acara "Icip-icip", setiap kelompok menyajikan produk mereka dengan stand yang dihias menarik dan inovatif. Contohnya ajah nih kelompok crakcker udang yang mendekor stand mereka berbentuk kastil dengan judul "SHRECK". Karena dekornya bagus banget, stand kelompok ini pun dinobatkan sebagai STAND TERBAIK. Nominasi lainnya adalah PRODUK DENGAN INOVASI TERTINGGI  yang diraih CHOCOCAROLS (dodol ikan selar) dan PRESENTASI TERBAIK yang diraih oleh kelompok SQUISHI (sushi cumi). PEMENANG FESTIVAL PANGAN juara 1,2, dan 3 berturut-turut diraih oleh MAGNA (lasagna ikan cakalang), EPICAREAL (sereal ikan cakalang), dan SQUISHI. 


Selamat yaa buat para pemenang Festival Pangan 2012 EXTASEA...! Wowww,, MICROBES jadi gak sabar buat lihat kayak apa serunya Festival Pangan tahun depan !!